Search

Tentang Kita yang Lengah

Masih hangat di memori tentang demonstrasi 22 Mei yang berujung kerusuhan. Keributan yang terjadi di pusat ibu kota DKI Jakarta itu menyisakan luka mendalam pada pejuang demokrasi di Indonesia.


But, hey.. Saya di sini mau menulis tentang beberapa gambar yang viral dan mengundang banyak pertanyaan ke pikiran saya.


Anda pasti familiar dengan foto tiga polisi yang dituduh sebagai polisi dari Tiongkok karena matanya yang sipit. Padahal, mereka adalah polisi Indonesia tulen yang kebetulan bermata sipit. Sementara yang viral adalah foto dengan tiga orang dalam satu frame tersebut, foto aslinya menunjukkan ada orang ke empat yang berdiri di sisi kiri foto, si pengambil foto dengan mode swafoto (sempet lho).

Foto pertama yang viral nan mencurigakan. [Copyright: Anonymous]

Ketika melihat foto yang pertama, saya bertanya-tanya, siapa yang pegang bahu polisi ini, lengan bajunya berwarna putih. Menurut saya, itu bukan foto yang diambil dari jarak jauh. Terlalu aneh untuk mata seseorang terarah seperti itu jika lensa kameranya jauh.


Ternyata... itu foto yang sudah dipotong! Di foto versi full-nya, ternyata ada si pengambil swafoto. Seseorang berbaju putih, berikat kepala hitam, dengan tulisan arab yang sama dengan bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang telah dilarang pergerakannya di Indonesia. Foto ini beredar di hari demonstrasi pertama.


Foto kedua, versi full. [Copyright: Anonymous]

Di hari demonstrasi ke dua di depan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Republik Indonesia, ada pemandangan tidak wajar yang tertangkap oleh mata saya lewat jepretan detik.com dalam lansiran beritanya. Mengapa ada banyak bendera HTI berkibar dalam demonstrasi dan kerusuhan tersebut? Apakah itu artinya HTI benar-benar mendukung Prabowo Subianto - Sandiaga Uno? Atau HTI menggunakan momentum demonstrasi tersebut untuk menunjukkan eksistensinya? Oh iya, HTI kan sudah bubar ya... Berarti pertanyaan yang benar adalah apakah pendemo 22 Mei itu adalah mantan-mantan anggota HTI?? Apa artinya itu??


Kasihan saudara-saudari saudagar di Tanah Abang. Katanya kerugian hari itu mencapai Rp 500 M! Soalnya Pasar Tanah Abang, Thamrin City, Plaza Indonesia, Grand Indonesia, dan lainnya jadi pada tutup semua.


I cannot help but wonder... pernah nggak sih mereka ke negara Arab di Timur Tengah sana? Melihat langsung apa yang terjadi pada sebuah bangsa yang menjadi korban kerakusan kekuasaan yang menggunakan nama agama Islam sebagai tamengnya?


Begini... saya kan sudah pernah tinggal di sana delapan tahun tuh.. Dari zaman Hosni Mobarak masih senyum-senyum melambai-lambaikan tangan di televisi sampai Moammar Qaddafi mati dan dibekukan di lemari pendingin, saya ada di sana. Saran saya, jika mau bikin negara khilafah, cobalah ke Irak atau Suriah. Jangan hanya berlabuh ke pulau kapuk dan bermain dengan imajinasi. Cobalah study tour ke sana dan lihat sendiri bagaimana kesuksesan ISIS membuat ISIS, yang akhirnya gagal hanya dalam seumur jagung dan menyisakan korban moril dan materiil yang tidak terhingga. Orang Arab mau bikin khilafah di jazirah arab saja gagal, apalagi ini mau bikin khilafah di Indonesia. Mereka yang sehari-hari ngobrol pakai bahasa yang sama dengan bahasa di Al Quran saja tidak bisa, apalagi ini yang nerjemahin Al Quran saja mesti pakai Google Translate (salah lagi).


Membela bendera hitam itu hanyalah membuatmu menjadi orang terpandang di komunitasmu, tetapi tidak menjadikanmu orang yang baik untuk bangsa ini. Sudahlah.. tidak ada gunanya berdebat tentang penafsiran bendera apa itu, karena perdebatan itu hanya menghasilkan dua kubu yang mengindikasikan kejelasan identitas: mereka yang mendukung eksistensi HTI dan mereka yang tidak mendukung giat Hizbut Tahrir di dunia. That’s it. Garis merahnya jelas kok. Kamu yang mana?


Anak-anak mengibarkan bendera Indonesia. [Copyright: Anonymous]

Indonesia bukan negara yang seperti itu. Di negara ini, berkat perjuangan pahlawan-pahlawan kemerdekaan dan reformasi kita, setiap warga negara bisa melakukan banyak hal seenak udele sendiri. Kebebasan ini patutnya kita syukuri dengan memelihara jiwa bangsa ini. Memelihara dengan melestarikan kebaikan budaya ibu pertiwi. Bukannya merubah Indonesia menjadi sebuah negara yang bukan jiwanya.


Tidak ada tiket emas masuk surga. Jika ada, bukankah mestinya ada juga tiket emas menjadi Presiden? Yang ada adalah hal-hal yang dapat kita lakukan untuk memperbesar kemungkinan kita, sebagai hamba, untuk menghapus dosa, memperbanyak pahala, agar timbangan amal di Hari Akhir nanti dapat memasukkan kita ke surga.


Contoh nih.. Untuk mamah-mamah muslimah cantiks, apakah dengan membela HTI, Ibu dijanjikan tiket emas masuk surga? Kalau iya, pasti Ibu disuruh melakukan amalan-amalan yang disadur dari Al Quran dan hadist kan? Kalau begitu nggak usah masuk HTI juga bisa Bu... tinggal datang saja ke Masjid Raya Istiqlal, menemui Imam Besar di sana dan menanyakan doa dan amalan apa yang dianjurkan Islam untuk memperkaya pahala kita dan menghapus dosa-dosa di masa lalu. Tentu ini harus dilakukan di waktu yang tepat dengan istiqamah. Hari gini, tidak ada jalan pintas menuju surga. Menjadikan Indonesia layaknya negara khilafah, tidak akan mengembalikan waktu dan membuat karomah Nabi Muhammad SAW lebih besar lalu Ibu sekeluarga otomatis masuk surga.


FYI..


مَنْ قَالَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ وَأَنَّ عِيسَى عَبْدُ اللَّهِ وَابْنُ أَمَتِهِ وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَى مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِنْهُ وَأَنَّ الْجَنَّةَ حَقٌّ وَأَنَّ النَّارَ حَقٌّ أَدْخَلَهُ اللَّهُ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ الثَّمَانِيَةِ شَاءَ


Dari 'Ubadah bin Shamit radhiallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ”Barangsiapa mengucapkan, "Saya bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, dan (bersaksi) bahwa ’Isa adalah hamba Allah dan anak dari hamba-Nya, dan kalimat-Nya yang disampaikan kepada Maryam serta Ruh dari-Nya, dan (bersaksi pula) bahwa surga adalah benar adanya dan neraka pun benar adanya, maka Allah pasti akan memasukannya ke dalam surga melalui delapan pintu surga yang mana saja yang dia kehendaki.” (HR. Bukhari dan Muslim)


Saya ingat apa kata guru ngaji saya di Pesantren dulu, bahwa setiap manusia yang telah mengucapkan syahadat pasti akan masuk surga. Karena Rasulullah akan datang menengok ke neraka untuk mencari umatnya yang masih belum masuk ke surga, lalu membawa umatnya yang malang itu masuk ke surga selamanya. Se-la-ma-nya. Syaratnya hanyalah menjadi muslim.. bukan menjadi anggota HTI (ataupun organisasi-organisasi baru reinkarnasinya). Jalannya adalah berbuat kebaikan sepanjang hidup, bukan iseng-iseng-nakal-usil-jahat-sebentar-ah baru baik-baik lagi. Dengan betul-betul menjadi hamba Tuhan Yang Maha Esa.


Lengahnya kita hari ini bisa menjadi keletihan yang harus kita bayar esok hari.

#22Mei #opini #blog #FYI #hadist #bukhari #muslim #riwayat #indonesia #bendera

391 views
Boleh aku kirim update?
  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • Grey Instagram Icon
  • Grey Snapchat Icon
You know what is right, do right.

© 2023 by Arianna Castillo​. Proudly created with Wix.com