Search

Senangnya di Samarinda

Millennial's Happy Hour saya buat untuk mencari tahu dan berbagai macam hal yang ada di suatu daerah di Indonesia. Dari mulai isu terkini hingga apa yang sedang menjadi trend saat ini.


"Senangnya di Samarinda" menjadi tema episode pertama Millennial's Happy Hour, dengan menghadirkan narasumber Celni Pita Sari. Wanita cantik asli Samarinda ini merupakan kader Partai NasDem yang saat ini menjadi Anggota DPRD Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Selain itu, Celni juga menjabat sebagai Manajer Tim Nasional Futsal Indonesia.


Dalam perbincangan selama 30 menit, wanita berusia 34 tahun ini bercerita cukup panjang seputar kota kelahirannya, yakni Samarinda. Sebagai salah satu kota terbesar di Provinsi Kalimantan Timur, kehidupan di kota Samarinda sejatinya tidaklah jauh berbeda dengan kota-kota lain yang ada Indonesia. Masyarakat Kota Samarinda khususnya anak-anak muda disana kini juga tengah kecanduan gowes. Banyak komunitas pesepeda yang menggelar gowes bareng antar kota, seperti dari Samarinda – Tenggarong dan Samarinda – Balikpapan.

Menurut Celni, masyarakat Kota Samarinda memiliki kecenderungan gemar berolahraga. Selain bersepeda yang saat ini tengah viral selama masa pandemi Covid-19, bulutangkis atau badminton juga menjadi cabang olahraga yang digemari masyarakat di Samarinda. Anak-anak muda disana juga menyukai E-Sport seperti Mobile Legend & PUBG.


Samarinda memiliki geografis yang unik dan menarik, karena di tengah wilayahnya dialiri salah satu sungai terpanjang di Indonesia, bahkan juga mungkin di dunia, yakni Sungai Mahakam. Sungai yang tengah menjadi viral di media sosial berkat kemunculan kawanan pesut ini memiliki panjang sekitar 980 kilometer dan kedalaman sekitar 40 M, sehingga seringkali dikira sebagai lautan oleh para pendatang.


Bagi Celni, siapapun yang melintasi Sungai Mahakam, selain terpesona dengan besarnya sungai Mahakam, ia juga akan berdecak kagum melihat kemegahan dan keindahan Masjid Islamic Centre Samarinda. Masjid megah bergaya arsitektur khas Turki ini merupakan ikon kota Samarinda selain sungai Mahakam tentunya.


Samarinda juga memiliki kultur budaya yang kuat karena terdapat tempat tinggal Suku Dayak didalamnya. Suku khas Kalimantan Timur ini memiliki banyak keunikan, diantaranya tradisi memanjangkan telinga atau Telingaan Aruu. Dalam tradisi ini daun telinga akan akan dipasangkan pemberat berupa logam berbentuk lingkaran gelang dari tembaga, yang disebut “Belalong”. Panjang telinga orang Suku Dayak dewasa bisa mencapai puluhan sentimeter.


Nonton videonya di sini.



Samarinda adalah wilayah penghubung di Provinsi Kalimantan Timur, karena letaknya yang berada di tengah-tengah kota besar lainnya seperti Balikpapan, Bontang, Tenggarong dan Kutai. Bahkan kelak, jika nantinya Ibu kota Indonesia akan resmi berpindah dari Jakarta ke Kutai Kartanegara & Penajam Paser Utara, maka Samarinda akan menjadi salah satu kota penyangga ibu kota baru. Maka tak mengherankan jika pada 2019 silam, Samarinda telah resmi memiliki Bandar udara , yakni Bandar udara Aji Pangeran Tumenggung (ATP) Pranoto, yang membuat siapapun hendak berkunjung dapat langsung terbang menuju ke Samarinda.

Sektor Industri di Samarinda kini tengah mengalami penurunan yang signifikan akibat akibat pandemi Covid-19. Samarinda dikenal kaya akan sumber daya alam berupa Kayu Manis yang berlimpah, sehingga banyak tercipta industri yang bergerak mengolah kayu manis. Sayangnya, pandemi Covid-19 yang melanda bumi periwi termasuk Samarinda, telah membuat banyak industri kayu manis gulung tikar. Kini banyak warga Samarinda yang menganggur akibat kurangnya lapangan pekerjaan.


Ada banyak impian yang ingin diraih wanita yang hobi menonton balap motor ini. Sebagai seorang Celni, manajer Timnas Futsal Indonesia, Celni bermimpi membawa timnas futsal lolos ke piala dunia futsal tahun 2021. Ia juga berharap dapat terpilih kembali untuk mengabdi kepada tanah kelahirannya yakni Samarinda, pada pemilu 2024 mendatang.


Jika kalian berkunjung ke Samarinda, Celni berpesan untuk tidak lupa membeli oleh-oleh khas Samarinda, diantaranya ada; Amplang Ikan Samarinda, Lempok Durian dan juga sarung khas Samarinda. Sarung khas Samarinda bahkan bisa kalian modifikasi untuk dibuat menjadi berbagai macam jenis pakaian, seperti gaun. Sarung khas Samarinda yang asli tersedia di Kampung Tenun Samarinda yang letaknya di Samarinda Seberang.


Sebagai politisi millennial, Celni juga tidak lupa berpresan kepada para anak muda untuk jangan pernah takut melakukan hal apapun yang digemari selama itu punya nilai positif. Yakinlah selalu dengan usaha yang gigih, impian apapun akan tercapai.
3 views
Boleh aku kirim update?
  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • Grey Instagram Icon
  • Grey Snapchat Icon
You know what is right, do right.

© 2023 by Arianna Castillo​. Proudly created with Wix.com