Search

Senandung Bandung

Pada episode kedua Millennial's Happy Hour, saya berbincang ringan dengan salah satu kader millennial Partai NasDem, yang kini menjabat sebagai Ketua DPD Partai Nasdem, sekaligus Anggota DPRD Kota Bandung, yakni Rendiana Awangga dalam tema “Senandung Bandung”.


Dalam perbincangan yang kurang lebih berlangsung selama 30 menit, Rendiana Awangga atau yang akrab disapa Awang berbagi dan bercerita sedikit tentang pengalamannya hidup dan bekerja di kota kembang Bandung. Masyarakat kota Bandung saat ini juga tengah dilanda demam bersepeda. Menurut Awang, nge-gowes telah menjadi aktivitas dan rutinitas favorit yang dilakukan warga kota Bandung, khususnya selama pandemi Covid-19 berlangsung. Tidak sedikit pula warga kota Bandung yang menjadikan sepeda sebagai moda transporrtasi untuk melakukan berbagai aktivitas.


Awang pun demikian, ia mengaku telah beberapa kali pergi bekerja menggunakan sepeda. Sepeda memang tengah digandrungi masyarakat kota Bandung di berbagai kalangan. Tua-muda, dari orang dewasa hingga anak-anak semua seakan larut dalam kegembiraan bersepeda. Trend bersepeda bahkan membuat banyak bangkel sepeda selalu terlihat ramai hampir setiap harinya, dari yang hanya sekedar ingin memperbaiki sepeda miliknya yang rusak karena telah lama tidak terpakai, hingga memodifikasi sepedanya sesuai kebutuhan dan pastinya agar terlihat kekinian.


Para pesepeda, baik yang tergabung dalam komunitas ataupun perorangan, biasanya ramai berkumpul dan memulai gowes bareng di sport center yang terdapat di daerah seperti Gasibu, Saparua, Antapani dan Dago. Bagi Awang yang bericta-cita menjadi Walikota Bandung di masa depan ini, trend bersepeda dapat menjadi momentum untuk lebih peduli terhadap masalah kemacetan yang banyak melanda kota besar di Indonesia, termasuk di kota Bandung. Jalanan kota Bandung yang terbilang kecil, kini tidak sebanding lagi dengan jumlah penduduk dan kendaraannnya yang setiap tahun kian meningkat jumlahnya. Sehingga kemacetan pun tidak dapat dihindari. Sangat sulit untuk melebarkan jalan di kota Bandung, sehingga naiknya popularitas sepeda, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat untuk membantu mengatasi kemacetan di kota Bandung.


Survey dari Asian Development Banking bahkan menyebut bawah Bandung saat ini merupakan kota dengan tingkat kemacetan terparah di Indonesia. Oleh karenanya, tidak jarang pula Awang memilih pergi berkerja dengan naik kendaraan umum seperti angkot. Politikus berusia 35 tahun ini ingin memberi contoh kepada masyarakat kota Bandung untuk memilih menggunakan kendaraan umum dibanding pribadi. Selain menjadi solusi dari kemacetan, dengan naik kendaraan umum juga bisa mengurangi pencemaran lingkungan akibat emisi gas dari kendaraan bermotor di kota Bandung.


Selain kemacetan, Awang menuturkan bahwa Bandung juga memiliki masalah lainnya, yakni belum terpenuhinya kuota ketersediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH). Dengan ketentuan 30 persen RTH kota, saat ini kota Bandung baru memiliki 12% atau defisit persen dari jumlah seharusnya. Jika nantinya RTH di kota Bandung telah mencapai 30%, diharapkan dapat membuat masyarakat kota Bandung semakin nyaman dan memiliki ruang untuk berekspresi. Kita juga akan semakin banyak melihat kota Bandung yang ramai akan canda tawa dari masyarakatnya yang tengah berkumpul.


Nonton langsung di sini.



Salah satu kegemaran masyarakat kota Bandung saat tengah berkumpul termasuk di ruang publik, adalah bernyanyi bersama. Berkesenian termasuk bernyanyi begitu digemari masyarakat kota Bandung. Maka tidak mengherankan jika Bandung dikenal memiliki segudang musisi top di berbagai genre musik yang telah melegenda di tanah air. Salah satu bukti nyata masyarakat di kota ini gemar akan musik dapat dilihat dari hampir semua orang yang berpergian keluar rumah, selalu membawa dan menggunakan earphone untuk mendengarkan lagu sambil melakukan berbagai aktivitas. Maka untuk menyalurkan kreatifitas dan berkesenian termasuk di bidang musik. Kota Bandung saat ini sedang membahas Raperda Penataan dan Pengembangan Ekonomi Kreatif, sebagai sebuah alat membangun ekosistem eknomi kereatif di kota bandung. Awang berharap berharap ada anak muda Bandung yang go international lewat jalur musik.


Pandemi Covid-19 memang sempat melumpuhkan banyak aktivitas yang biasanya menghiasi setiap sudut kota Bandung. Namun bukan masyarakat kota Bandung namanya jika menyerah dengan keadaan. Dibekali jiwa kreatif dan sikap pantang menyerah yang tinggi, kini berbagai kalangan dan komunitas yang biasa melakukan aktivitas di ruang publik, telah kembali menjalankan aktivitasnya secara digital. Anak-anak muda Bandung kini juga banyak melakukan kegiatan sharing and caring memanfaatkan teknologi komunikasi dan informasi, seperti mengadakan live Instagram, webinar, dan lainnya. Salah satu bentuk atau jenis pelatihan yang banyak diminati berkaitan dengan sesuatu yang bersifat "How to?" seperti pelatihan menulis dan fotografi. Mengapa demikian? Karena kegiatan seperti menulis dan fotografi adalah aktivitas yang tetap dapat dilakukan di tengah pandemi Covid-19.


Ada begitu banyak hal yang dibanggakan Awang dari Kota Kelahirannya ini. Di antaranya adalah sikap dan sifat masyarakat di kota Bandung yang terkenal dan terbukti ramah, helpful dan juga humble terhadap orang lain, termasuk kepada para pendatang. Mereka tidak segan untuk menyapa terlebih dahulu, dan kerap menawarkan bantuan kepada siapapun yang membutuhkan pertolongan.


Membicarakan hal yang menyenangkan tentang Bandung tidak akan ada habisnya, ada terlalu banyak kebahagiaan yang terdapat di kota kembang, seperti aneka kulinernya khasnya yang unik. Ada begitu banyak kuliner khas kota Bandung yang populer hingga ke berbagai kota. Dari yang telah melegenda seperti combro, misro dan cilok, hingga yang kekinian seperti seblak, colenak, basreng dan bakso pentol.


Awang kini tengah menjalani periode keduanya di kursi DPRD Kota Bandung. Ia berharap masih diberi kepercayaan oleh masyarakat kota Bandung untuk terus mengabdi di kota kelahirannya tersebut. Ia juga berharap kedepannya akan ada lebih banyak anak muda seperti dirinya yang terjun ke dunia politik, dengan tujuan yang sama, yakni memajukan kota Bandung tercinta.


Mengutip dari Pidi Baiq, bagi Awang yang tinggal didalamnya, memikirkan Bandung bukan sekedar letak geografis semata, lebih jauh dari itu melibatkan perasaan, yang bersamanya bahkan ketika sunyi.
6 views
Boleh aku kirim update?
  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • Grey Instagram Icon
  • Grey Snapchat Icon
You know what is right, do right.

© 2023 by Arianna Castillo​. Proudly created with Wix.com