Search

Menulis untuk Om Denny Siregar*

Saya itu bingung sama Om Denny Siregar. Dia menjadi idola ibu-ibu yang saya kenal. Saya juga pernah jadi moderator sesi bedah bukunya. Saya tahunya beliau adalah sosok yang cerdas dan banyak tahu. Tapi setelah lihat videonya di YouTube “Timeline”, saya jadi bertanya-tanya, apa Om Denny ini nggak niteni apa saja yang sudah dikerjakan sama Presiden dan jajaran menterinya ya?



Jadi kayak dalam satu kalimat itu, bertolak belakang korelasinya antara yang di awal sama yang di belakang. Begini, “Kembalilah Pak, dengan gaya dan semangat seperti di periode pertama di mana setiap apa yang Bapak lakukan, menambah kecintaan dan harapan supaya kelak negeri ini besar.”


Pertanyaan sederhananya sih, apakah dengan Pak Jokowi memberikan sertipikat tanah pada rakyat, menghadirkan sinyal di daerah tertinggal, memulai proses pindah ibukota negara, memulangkan WNI dari Wuhan, rakyat jadi nggak cinta gitu ya, Om?

Kalau mau kayak dulu, apa Pak Jokowi fokus bikin tol aja ya Om, ga usah membangun SDM Indonesia gitu. Semua kan butuh waktu ya? Pedekate buat pacarana aja butuh waktu, apalagi bikin Indonesia Maju. *eh


Saya yang anak muda aja jadi bingung gitu loh. Kita-kita yang muda ini sangat perlu dukungan eksekutif dan legislatif untuk menjadikan kami SDM yang berhasil, gemilang, dan menjadi kebanggaan orang tua. Pemimpin negara ini sudah membuka pintu lebar-lebar untuk itu, dari menteri sampai staf khususnya saja ada yang milenial. Saya dan teman-teman yakin kalau kelak negeri ini besar. Jelas loh, generasi kami (milenial dan Z) yang akan menikmati. Contoh kecil banget: di mana ada Presiden muncul di kanal media sosialnya, di situ ada tulisan "Indonesia Maju". Di depan meja rapatnya pun ada. Bukti sederhana kalau Istana ingin menyampaikan pesan ke rakyat untuk menjadi optimis bersama.


Lalu, Om Denny minta Presiden untuk, “Uji para calon (Menteri) dulu dalam sebuah proses yang ketat. Bisakah para calon Menteri kelak memberikan solusi tepat dan menawarkan konsep yang jelas?”


Seingat saya, masa-masa sebelum penetapan Menteri Kabinet Kerja ini, banyak sosok yang dicari dan dipantau presiden untuk membantunya mengurus negeri di eksekutif. Ada seorang Menteri cerita ke saya waktu beliau dipanggil Presiden dan ditanya-tanya tentang hal spesifik yang memerlukan solusi tepat dan konsep yang jelas.


Oh, mungkin Om Denny pingin dipanggil Presiden ke istana untuk ditanya-tanya kali ya? Pak Jokowi adalah pendengar yang baik lho.


Terakhir, “Yang paling penting selain kerja adalah membangun narasi dan komunikasi, sebuah cerita yang menaikkan semangat kita untuk membela.”

Ini nih yang gue demen. Dengan Om Denny upload video tersebut di YouTube, saya jadi semangat membela Pak Jokowi. Jadi, it works right? Kerja-kerja-kerja, lalu Om Denny narasi dan komunikasi terbangun nih antar kita. Saya sadar sih ada strategi komunikasi politik yang seperti itu. Renyah dan gurih juga rasanya.


Masih banyak yang ingin saya komentari, tapi nanti pembaca bosan. Yang saya syukuri dari nonton video Om Denny ini adalah isinya membuat kita berpikir dengan kritik-kritiknya yang membangun. But, I hope we can criticize better. Berita sudah banyak yang digital. Om Denny saja mengirimkan pesan secara digital. Belum lagi koneksinya pasti banyak; dari yang politisi, pebisnis, sampai aktivis. Masa sampai bisa nggak tahu presiden sudah ngapain aja. Heran aku tuh.


Peace. Curcol selesai. Bye~



*tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mewakili institusi manapun.

42 views
Boleh aku kirim update?
  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • Grey Instagram Icon
  • Grey Snapchat Icon
You know what is right, do right.

© 2023 by Arianna Castillo​. Proudly created with Wix.com