Search

Memperbaiki Narasi Myanmar



Kekerasan yang baru terjadi di Myanmar membuat semua orang menoleh ke Negara mayoritas pemeluk agama Buddha ini. Militer Myanmar dianggap semena-mena dan melakukan genosida terhadap warga muslim di wilyah Rakhine. Aung San Suu Kyi dikecam oleh warga dunia atas kejadian tersebut hingga muncul petisi daring agar penghargaan Nobelnya dicabut saja. Sesederhana itu kah? Tidak. Persoalan di wilayah Rakhine adalah persoalan dasar yang rata-rata dimiliki oleh wilayah yang masih terbelakang.


Wilayah bagian Rakhine berada di sisi barat Myanmar. Sebelah utara Rakhine berbatasan langsung dengan Negara Banglades. Di masa lalu, Rakhine menjadi saksi pertemuan kultur dari agama Islam dan Buddha.


Pertama-tama, ketika membicarakan Myanmar, jangan bayangkan negarnaya maju seperti Negara kita, apalagi seperti Singapura. Myanmar memiliki pekerjaan rumah untuk melakukan reformasi birokrasi. Sehingga, ada dua hal yang perlu digarisbawahi sebagai dasar terjadinya konflik baru-baru ini. Pertama, adanya hubungan dingin antara warga Rakhine dan pemerintah pusat. Kedua, hubungan dingin yang terkadang berujung kekerasan anatara komunitas Rakhine dan muslim di sana. Sudah sejak lama, pemerintah Myanmar belum mampu mengiplementasikan program-program pemerintahnya dengan baik. Faktor-faktor semacam hukum yang tidak mengayomi semua warga, korupsi, diskriminasi, rendahnya tingakt pendidikan, juga susahnya mendapatkan akses pengobatan, mmebuat Rakhine menjadi wilayah yang rawan konflik komunal.


Pemerintah Indonesia telah melakukan banyak hal untuk membantu Myanmar menguarai konflik tersebut. Tahun lalu, Presiden Jokowi telah mengirimkan banyak bantuan kemanusiaan ke sana. Tahun ini, Presiden mnengutus Menteri Retno Masudi untuk menyambangi Myanmar dan mencari solusi.


Apa yang rakyat jelata, seperti kita, bisa lakukan? Ada dua hal penting yang warga Rakhine perlukan, yaitu pendidikan dan kesehatan, selain stabilitas keamanan di sana. Tingkat literasi yang rendah, juga susahnya mendapatkan pengobatan yang baik membuat situasi semakin sulit dan memprihatinkan. Bagi anaka-anak muda yang baru lulus kuliah, dokter-dokter yang sedang menunggu lisensi, ibu-ibu yang ingin menjadi sukarelawan internasional, atau yang lagi ingin beristirahat dari karirnya; dapat bersama-sama mengkoordinir grup relawan untuk menjadi pengajar baca dan dokter-dokter di wilayah-wilayah sulit ini. Tentu ini bukanlah hal yang mudah dan cukup berbahaya, namun bisa dilakukan apabila dilakukan persiapan yang matang. Selain persiapan dokumen administrasi, perizinin, dan pendanaan , relawan-relawan perlu diberi pendidikan komprehensif mengenai Pancasila. Relawan akan menjadi wajah Indonesia di sana dan relawan diharapkan pulang kembali ketanah air denagn meninggalkan kebaikan. Meninggalkan nilai-nilai persatuan kebangsaan yang di miliki Pancasila. Jangan sampai relawan-relawan ini malah terpengaruh oleh ekstrimis-ekstrimis di Rakhine. Sekiranya hal ini dapat dilakukan, pemerintah Indonesia, melalui KBRI di Myanmar perlu menjalin kerjasama yang kokoh dengan pihak yang berwenang di Myanmar untuk memastikan keamanan relawan kemanusiaan dari Indonesia ini.


Memanusiakan manusia. Memperbaiki narasi Myanmar. Indonesia bias melakukannya bersama.


Salam hangat,

Lathifa

________


Difoto oleh William Daniels untuk National Geographic

Lokasi: Rakhine, Myanmar


10 views
Boleh aku kirim update?
  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • Grey Instagram Icon
  • Grey Snapchat Icon
You know what is right, do right.

© 2023 by Arianna Castillo​. Proudly created with Wix.com