Search

Manis Bukan Pemanis


Waktu Tanda Tangan Piagam



Baru saja ada kejadian lucu menimpa saya.


Mumpung masih Hari Perempuan Internasional, dan mau Hari Kartini bulan depan, jadi ini nyambung banget buat diungkapkan.


Saya dikenalkan ke seorang Anggota DPRD oleh rekan saya. Kami bersalaman sambil berbincang santai.


Lalu, rekan saya itu bilang begini, "Lathifa ini pemanis di sini."


Saya langsung sontak, "Apa?" Kaget.


Dan dia nambahin, membenarkan kalau dia bilang saya "hanya pemanis" di tempat itu. Saya ga akan sebut yang mana dan rekan saya yang mana. Yang jelas dia laki-laki.


Saya kaget banget loh. Tahun 2020, dengan pendidikan yang cukup tinggi, seorang laki-laki bisa menyebut seorang perempuan sebagai "pemanis" saja.


Ini terjadi pada saya di titik ini. Saya bekerja keras, banting tulang siang malam, dan sampai ke tempat di mana saya berada pakai keringat sendiri, juga doa orang tua saya.


Manis asam asin.


Saya menulis ini untuk semua perempuan di mana pun kalian berada. Jika ada laki-laki yang tak menghargaimu, menganggapmu hanya hiasan, pemanis, tidak menghormatimu, maka berdiri tegaklah. Katakan pada dia kalau kamu adalah perempuan seutuhnya dan tidak perlu konotasi apapun untuk dianggap pantas berada di suatu tempat.


Syukuri momen tersebut sebagai alarm di mana kamu tahu bahwa perjuangan pahlawan-pahlawan perempuan kita masih jauh dari selesai. Dan tongkat estafet itu sekarang ada di kita.

7 views
Boleh aku kirim update?
  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • Grey Instagram Icon
  • Grey Snapchat Icon
You know what is right, do right.

© 2023 by Arianna Castillo​. Proudly created with Wix.com