Search

Bagaimana Shalat Jumat di Masa Corona?


Alhamdulillah, Al Azhar dan Majelis Ulama Indonesia sudah mengeluarkan pengumuma dan fatwa tentang bagaimana muslim menyikapi Covid 19 ini. Terutama untuk akhi-akhi yang biasa shalat Jumat di masjid.


Berikut pengumuman dari Al Azhar (iya, yang di Mesir sana) untuk semua umat Nabi Muhammad Saw. Transkrip asli bahasa Arab ada di sini.



Fatwa Dewan Ulama Senior Al-Azhar


Keterangan mengenai diperbolehkannya menghentikan sementara shalat Jumat dan shalat jamaah untuk menjaga diri dari penyebaran virus corona.


Segala puji hanya milik Allah Swt semata, shalawat dan salam teruntuk Nabi terakhir Muhammad Saw. Wa ba’du


Berdasarkan keterangan yang dikeluarkan oleh putusan medis secara berkesinambungan tentang penyebaran virus corona (Covid-19) yang amat cepat, serta perkembangannya yang menjadi wabah dunia. Juga berdasarkan putusan medis yang terus berjalan, bahwa bahaya nyata virus ini ada pada kecepatan serta mudahnya virus ini berkembang, sementara orang yang terkena tidak menunjukkan adanya tanda-tanda, sehingga tidak diketahui apakah sudah terjangkit atau belum. Oleh sebab itu, penyakit tersebut dapat menyebar di setiap tempat yang ia singgahi.


Di antara tujuan terbesar syariat Islam adalah melindungi serta menjaga nyawa dari segala bahaya dan musibah. Oleh sebab itu, Dewan Ulama Senior- berangkat dari tanggung jawabnya-dalam wilayah syariah, memberitahukan kepada segenap pemikul tanggung jawab di segala penjuru, bahwa secara syariat boleh menghentikan shalat Jumat dan shalat jamaah dengan alasan virus tersebut sangat mengkhawatirkan bagi manusia dan keberlangsungan negara.


Selain itu, telah ditetapkan pula bagi orang yang sakit dan lanjut usia agar menetap di dalam rumah, serta tidak mengikuti shalat berjamaah dan shalat Jumat. Hal ini sudah sesuai dengan instruksi pihak berwenang di masing-masing negara.


Berdasarkan data resmi dari otoritas medis, virus ini telah merenggut banyak nyawa di seluruh dunia. Dari data yang terhimpun itu, kiranya cukup untuk menyimpulkan bahwa virus ini memang berbahaya karena telah memenuhi tiga alasan: tingginya angka korban, cepatnya penularan dan perkembangbiakan virus.


Untuk itu, wajib hukumnya bagi para pemangku kebijakan di setiap negara untuk mengerahkan usaha maksimal untuk menghalau penyebaran virus ini. Para ulama yang mengerti duduk perkara kasus ini secara hukum, pasti memahami kaidah yang berbunyi: “Apa yang dapat mendekatkan kepada sesuatu, maka akan ikut mengambil hukumnya.” Bahwa kesehatan tubuh merupakan tujuan terbesar dalam syariat Islam.


Hadis yang mendasari peniadaan shalat Jumat dan shalat Jamaah secara syari akibat penyebaran wabah adalah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim:


“Sesungguhnya Ibnu Abbas radhiyallahu’anhuma berkata kepada muadzin, ketika hujan, ”Apabila engkau mengucapkan أشهد أن محمداً رسول الله (dalam adzan), jangan engkau ucapkan حيَّ على الصلاة tapi ucapkanlah صلوا في بيوتكم (shalatlah di rumah-rumah kalian). Maka seolah-olah manusia mengingkarinnya, beliau berkata (Ibnu Abbas), ”Hal itu dilakukan oleh orang yang lebih baik dariku (Nabi), sesungguhnya shalat Jumat itu wajib dan aku tidak ingin menyusahkan kalian, sehingga kalian berjalan menuju masjid dengan kondisi jalan yang berlumpur dan licin”. (HR Bukhari)


Hadis di atas merupakan perintah untuk meninggalkan shalat berjamaah karena adanya hujan lebat yang membuat susah untuk berangkat ke masjid. Tidak diragukan lagi, bahwa keberadaan virus corona lebih membahayakan dibanding hujan yang deras.


Dari situ dapat disimpulkan bahwa keringanan meninggalkan shalat Jumat berjamaah karena wabah penyakit merupakan bagian dari syariat yang masuk akal dan benar secara hukum fikih. Sebagai gantinya adalah melaksanakan shalat Zhuhur empat rakaat di rumah atau di tempat sepi.


Para ahli fikih sepakat, dan persoalan ini telah selesai dibahas, bahwa segala ketakutan yang berkaitan dengan nyawa, harga atau keluarga merupakan alasan yang syah untuk meninggalkan shalat Jumat dan shalat Jamaah. Hadis di bawah ini bisa menjadi landasannya.


Diriwayatkan dari Abu Dawud, Ibnu Abbad, Nabi bersabda, “Barangsiapa mendengar azan dan tidak memenuhinya tanpa ada uzur yang menghalanginya, maka shalayang dikerjakannya tidak akan diterima. Para sahabat bertanya, “Apakah uzurnya ?” Beliau menjawab, ”Takut atau sakit.” (HR. Abu Daud)


Juga hadis yang diriwayatkan oleh Abdurrahman bin Auf yang ia dengar dari Nabi Saw., “Jika kalian mendengar tha’un di suatu negeri maka janganlah datang kepadanya, dan jika terjadi tha’un di suatu negeri yang kalian tinggal padanya maka janganlah keluar untuk lari darinya.” (HR Bukhari dan Muslim)


Rasulullah Saw juga melarang orang yang memiliki bau badan tak sedap yang dapat mengganggu orang lain agar tidak shalat di masjid, supaya tidak menganggu orang lain.


Imam Bukhori meriwayatkan dari Jabir dari Abdullah RA bahwa Nabi Muhammad Saw bersabda, “Siapa yang makan bawang putih atau bawang merah, hendaklah ia menjauh kami.” Atau beliau berkata, “Hendaknya dia menjauh dari masjid kami dan berdiam di rumahnya.” (HR. Bukhori dan Muslim)


Sesungguhnya Allah adalah sebaik-baik Dzat tempat meminta pertolongan dan harapan. Allah pula sebaik-baik penjaga, dan Dialah Dzat yang paling mengasihi.


Dewan Ulama Senior Al-Azhar


Kairo, Minggu, 15 Maret 2020 M



Sementara, fatwa MUI bisa diunduh dari sini.

Isinya berisi rekomendasi sebagai berikut:


  1. Pemerintah wajib melakukan pembatasan super ketat terhadap keluar-masuknya orang dan barang ke dan dari Indonesia kecuali petugas medis dan barang kebutuhan pokok serta keperluan emergency.

  2. Umat Islam wajib mendukung dan menaati kebijakan pemerintah yang melakukan isolasi dan pengobatan terhadap orang yang terpapar COVID-19, agar penyebaran virus tersebut dapat dicegah.

  3. Masyarakat hendaknya proporsional dalam menyikapi orang yang suspect atau terpapar COVID-19. Oleh karena itu masyarakat diharapkan bisa menerima kembali orang yang dinyatakan negatif dan/atau dinyatakan sudah sembuh ke tengah masyarakat serta tidak memperlakukannya secara buruk.



Semoga bermanfaat untuk kita semua menjaga diri dari virus Covid 19 ini.


#covid19 #corona #fatwa #pengumuman #himbauan #jumatan #download #alazhar #mui #ulama

28 views
Boleh aku kirim update?
  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • Grey Instagram Icon
  • Grey Snapchat Icon
You know what is right, do right.

© 2023 by Arianna Castillo​. Proudly created with Wix.com